Sabtu, 27 September 2014

DEWASA SETELAH ABG: LOVE MAKE ME FOOL


By: Risky Tri Jayanti
Kisah ini berdasarkan kisah nyata kehidupan percintaanku saat setelah melewati kisah Putih Abu-Abu. Aku gak tau kenapa, setelah menulis cerita ini, perasaanku seolah ‘plong’ dan lega. Aku gak ngerasa galau lagi... yaahh mungkin jalanku menghilangkan galau adalah dengan cara menulis kali yaa.... mungkin cerita ini gak bagus dan sangat2 ANEH bin ALAY tp bodo amat lahh.. ini cerita ceritaku juga kok... So, don’t judge me or anything about my absurb love story.  Mungkin cerita ini akan berlanjut. Apakah HAPPY ENDING / SAD ENDING?? Entahlah, hanya Allah SWT. yang tau....
Ps: Nama-nama karakter dalam cerita adalah nama asli masing-masing karakter. Jadi frontal aja ceritanya...
OK...... HERE WE GO.....!!!!!
...........................................................................
            Hari pertama kuliah aku harus membiasakan diriku untuk tidak lagi memakai seragam sekolah. Ya tentu saja, aku sudah kuliah sekarang. Aku telah menggantung seragam putih abu-abu ku. Aku bangga, senang, bahkan sedikit takut saat pertama kali kuliah perdana. Namun banyak teman-teman baru yang saya kenal di lingkungan baru ini. Jadi, aku tak terlalu takut.
            Kakak tingkat ku di kampus memasuki ruangan dimana aku dan teman-temanku berkumpul. Seperti biasa saat kami menjalani kegiatan OSPEK, kegiatan yang membuatku dan peserta lainnya menderita selama 1 minggu ditambah sebelumnya PRA-OSPEK selama 1 minggu, mereka berbicara dengan kasarnya selayaknya panitia OSPEK. Kami semua terdiam. Peraturanpun dijalankan. Kami selama 1 semester harus memakai rok untuk cewek dan celana panjang kain untuk cowok.
            Ah ternyata kehidupanku tak ada bedanya saat aku masih di SMA, membosankan. Namun semuanya berubah saat sore itu. Sore cerah sekitar jam 5 saat itu aku menonton pertandingan futsal di kampusku. Bersama salah satu temanku bernama Vibie, aku melihat ada seorang cowok yang ‘mampu’ menarik perhatianku. Mulai dari saat itu, aku selalu memperhatikan gerak-geriknya dikampus seperti orang gila. Sepertinya aku suka dengannya. Atau hanya sekedar fans? Ah sudahlah, yang jelas setiap melihatnya ada dikampus, aku selalu senang dan jantungku berdebar. Dan mungkin sepertinya dia sudah tahu kalau aku memang selalu memperhatikannya.
            Setelah ku cari tahu tentangnya, ternyata dia bernama Kak Anto. Yah, dia kakak tingkatku di kampus. Dan setelah ku stalking di facebook nya, ternyata dia adalah mantan pacar dari teman SD-SMP-SMA ku, namanya Dhita. Aku terkejut namun tak kupedulikan. Saat aku membuat sebuah status di facebook, aku senang bukan kepalang karena Kak Anto mengomentari statusku. Dia minta nomor handphoneku. Siapa yang tidak senang jika seseorang yang dia sukai memberikan nomor HP nya secara langsung padaku. Langsung saja aku SMS ke nomor kakak itu. Namun apa yang terjadi? Dia tidak merasa memberikanku nomor HP nya. Kata Kak Anto, mungkin komentar itu dikirim oleh mantan pacarnya, Dhita.
            Seketika hatiku hancur ditambah malu karena aku meng-SMS-in dia. Aku menyesal dan mulai hari itu, aku memutuskan untuk melupakannya. Aku terlanjur sakit hati dengannya.
            Aku memutuskan melupakannya, namun tidak semudah itu. Jika dia muncul, rasa itu muncul lagi, apalagi saat ada cewek yang mencoba mendekatinya, aku merasa cemburu luar biasa. Namun aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku bukan siapa-siapa­nya. Akhirnya aku hanya selalu memperhatikannya dengan memendam rasa suka dengannya. Namun beberapa kali aku memperhatikannya, ternyata dia juga melihatku memperhatikannya. Seketika itu aku langsung menyembunyikan wajahku karena malu. Ahh dasar bodoh! Unuk apa aku masih memperhatikannya? Ah sudahlah...
            Di lain hari, entah itu kapan, saat pagi yang cerah, aku datang kekampusku untuk mengecek keadaan. Setelah selesai mengubek-ubek kampus, aku memutuskan untuk pulang sendiri karena teman-temanku sedang liburan ke kampung halaman mereka masing-masing. Saat aku mau berjalan keluar kampus, seseorang memanggilku. Aku langsung menoleh kepadanya. Aku tidak pernah melihat cowok ini dikampus sebelumnya. Ya, cowok!
Dia bertanya padaku apakah aku memiliki jadwal mata kuliah atau tidak. Aku memang dan harus punya karena aku anak kuliahan, tapi tentu saja aku meletakkannya dirumah. Aku pun menjawab kalau aku tak membawa jadwal kuliah, namun kusuruh dia untuk ke tempat fotocopy-an atas untuk mengambil jadwal. Akhirnya aku menemaninya ke tempat yang kumaksud, dan saat sudah sampai, aku meminta izin untuk pulang dahulu. Dia pun meng-iya-kan.
Aku sudah berada didepan jalan raya untuk menunggu angkutan umum atau biasa ku sebut taksi. Tiba-tiba aku bertemu dengan salah seorang temanku, dia ketua kelas di kelasku, namanya Firman. Dia bertanya apakah masih ada anak-anak yang lain didalam kampus. Aku mengatakan kalau saat itu kampus sedang sepi, hanya beberapa saja yang ada didalam kampus. Setelah mengobrol beberapa saat, Firman mengatakan kalau dia ingin masuk saja kekampus. Akupun membiarkannya. Firman baru saja pergi, tiba-tiba cowok yang tadi bertanya padaku muncul dengan mengendarai sebuah motor.
Cowok itu pun menawarkan diri untuk mengantarku pulang kerumah. Aku mau saja karena aku memang suka menghemat uangku. Lagipula, sepertinya dia cowok yang baik dan lumayan...... tampan. Tidak terasa, kamipun sampai didepan rumahku. Tak lupa aku mengucapkan terima kasih atas tumpangannya. Tiba-tiba, dia meminta nomor HP ku. Katanya dia agar bisa tanya-tanya tentang jadwal kuliah. Aku pun memberikan nomor HP ku karena aku tau dia bermaksud baik. Dan akhirnya kami berdua berkenalan, dia bernama Kak Rifai. Ya, dia ternyata kakak tingkatku, namun dia baru saja transfer dari Manokwari.
Sore hari setelah pulang dari kampus, aku duduk-duduk disebelah rumahku menikmati udara sore hari sambil membawa HP ku. HP ku berdering. Ku lihat nama dari SMS itu ternyata dari Kak Rifai. Aku membuka SMS itu dan, yah kau tahu, SMS nya bertanya aku sedang melakukan apa sore itu. Akhirnya kami pun salin ber-SMS ria.
Beberapa hari kemudian, ketika orang tuaku sedang pergi ke pasar, dirumah hanya aku dan kakak cewekku. Sore itu dia sangat menyebalkan. Menyebalkan karena selalu saja mengeluh dan mengeluh padahal tidak ada apa-apa. Aku ini tipikal orang yang tidak suka mendengar orang selalu mengeluh didepanku. Akhirnya kami berdua saling marah-marahan. Aku menangis di samping rumahku untuk menenangkan diri. Saat aku masih menangis, tiba-tiba saja Kak Rifai datang kerumahku. Aku kaget karena dia datang disaat aku sedang berantakan. Aku pun menutup rambutku dengan handuk yang dijemur di samping rumah. Aku menyambutnya dengan, yah berantakan kau tahu. Mata sembab, baju berantakan, rambutpun hanya ditutup handuk karena aku tak mau dia melihat rambutku. Aku punya alasan untuk melakukan itu, karena semenjak kuliah, aku telah memutuskan ber-Hijab.
Kak Rifai melihatku seperti itu, langsung wajah yang tadi tersenyum, berubah menjadi wajah sedih karena melihatku habis menangis. Dia bertanya padaku, kenapa aku menangis. Aku mencari alasan kalau aku tidak habis menangis. Namun dia berkata kalau dia itu sudah tahu, mana seorang cewek yang habis nangis atau tidak. Karena aku tak mau terlalu frontal dengan masalahku, aku langsung saja mengganti topik. Aku bertanya padanya, apa yang dia lakukan dirumahku. Ah, ternyata dia mau meminjam catatanku. Aku bertanya padanya, kenapa tidak pinjam di temannya yang lain. Namun dia menjawab, karena dia masih baru, jadi belum tahu rumah teman-temannya. Ya sudah, kupinjamkan catatanku. Kak Rifai pun pergi dari rumahku dan tak lupa mengucapkan salam padaku. Aku tersenyum padanya.
......................................................................................
            Keesokan paginya, aku kuliah seperti biasanya. Menunggu hingga dosen datang ke kelasku. Tiba-tiba seseorang mencolek lenganku. Aku berbalik dan melihat Kak Rifai tersenyum lebar dihadapanku. Ah, senyuman yang membuatku merasa nyaman. Aku membalasnya dengan senyuman yang kubuat manis. Entahlah, apa senyumanku manis atau tidak, setidaknya aku memberikan senyuman tulusku kepadanya. Kami berdua mengobrol santai sembari menunggu dosen. Sedang asyik-asyiknya mengobrol berdua, tiba-tiba salah seorang temanku, dia ketua kelas di kelasku yang baru, bernama Joshua, datang ‘mengganggu’ kami.
            Hari demi hari berganti. Aku dan Kak Rifai masih sering SMS-an, dia selalu bertanya aku sedang melakukan apa, apa aku sudah makan atau belum, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menurutku perhatian. Kak Rifai pun sering datang kerumahku untuk sekedar meminjam catatan milikku.
            Lebaran sebentar lagi...
            Hari Lebaran tiba. Semua umat Muslim merayakan hari raya Idul Fitri dengan sukacita, termasuk keluargaku. Aku merayakan Lebaran dengan semua anggota keluargaku. Ada Mama, Ayah, Kakak Gandhi, dan Kakak Reza. Tamu pun tak henti-hentinya berkunjung kerumahku sekedar silaturahmi. Malam hari pun tiba. HP ku berdering karena ada seseorang yang meneleponku. Kulihat nama yang tertera di ponselku. Kak rifai meneleponku! Dengan rasa senang bercampur gugup, aku mengangkat telepon darinya.
            Oh My Gosh! Dia mau kerumahku untuk berkunjung lebaran. Aku pun mempersilahkannya datang. Aku pun menunggunya. Tok tok tok.... Ada yang mengetok pintu rumahku. Ternyata Kak Rifai sudah datang bersama temannya didepan rumahku. Ayahku bertanya padanya, dan Kak Rifai pun memperkenalkan dirinya pada Ayahku bahwa dia adalah temanku di kampus. Ayahku mengizinkan Kak Rifai dan temannya untuk memasuki rumahku.
            Aku keluar dari kamar untuk bertemu dengannya. Ayahku menemaniku mengobrol bersama Kak Rifai dan temannya itu, namun beberapa saat setelah itu, Ayahku pergi meninggalkanku bertiga dengan mereka dan menuju kedalam bagian rumah yang lain. Aku sedikit kaku saat mengobrol dengannya didalam rumahku. Tetapi, lama-kelamaan aku merasa nyaman mengobrol dengan mereka dan saling bercanda.
            Hujan turun dengan derasnya. Saat itu Kak Rifai ingin meminta izin untuk pulang. Namun karena masih hujan deras, mereka terpaksa harus ‘berdiam’ lebih lama lagi dirumahku. Aku pun membuatkan mereka kopi panas untuk menghangatkan tubuh mereka. Kami bertiga melanjutkan obrolan kami walau aku tak tahu, apa yang sedang dibicarakan.
            Detik berganti menit, hujan pun mulai mereda. Akhirnya Kak Rifai meminta izin padaku untuk pulang. Tak lupa juga dia meminta izin untuk pulang pada orangtua ku. Ayah dan Ibuku keluar dari rumah dan Kak Rifai mencium tangan kedua orangtua ku selayaknya seperti Ayah-Ibunya sendiri. Melihat kejadian itu, aku tersenyum senang karena melihat sosok lelaki yang sangat sopan pada orangtua ku, padahal teman yang ‘dibawa’ Kak Rifai tidak melakukan hal yang sama.
            Aku selalu berkomunikasi dengannya lewat SMS. Suatu hari, Kak Rifai mengatakan kalau dia itu sangat menyayangiku. Aku senang mendapat SMS itu. Aku ingin membalas SMS itu, tetapi aku malu. Akhirnya aku tak memberikan balasan SMS apa-apa. Aku hanya seolah-olah mengajaknya bercanda, padahal aku juga sudah mulai menyayanginya. Tetapi entahlah, sepertinya aku masih merasakan perasaan cinta pada orang lain.
......................................................................................
            Tahun ajaran telah berganti. Anak-anak baru banyak berdatangan untuk mendaftarkan diri mereka agar bisa kuliah di kampusku. Mereka semua di OSPEK seperti yang dahulu ku alami. Kak Anto menjadi salah satu panitia OSPEK. Aku mengetahui itu dan akhirnya setiap hari aku rela datang kekampus tanpa tujuan apa-apa selain untuk ‘memantau’ dia. Oh tidak! Dia sangat gagah memakai almamater orange itu. Namun, setelah Pra-Ospek, kegiatan dilanjutkan dengan OSPEK, aku tak melihat keberadaan Kak Anto di kampus lagi untuk menjadi panitia.
Aku bertanya pada Vibie, karena Vibie saat itu menjadi salah satu panitia juga. Aku bertanya padanya, kenapa Kak Anto tidak ada dikampus. Vibie menjawab kalau Kak Anto itu sedang berada di Nabire, tempat tinggal orangtuanya. Aku merasa sedikit kecewa karena tidak bisa melihatnya lagi saat dia memakai almamater orange kebanggaan kampusku. OSPEK berakhir.
Setelah OSPEK, akan diadakan rekreasi ke pantai Amay. Dikatakan bahwa piknik kali ini hanya mengajak mahasiswa/i dari jurusan Teknik Sipil saja. Namun yang membuat aku tertarik, ternyata yang akan datang saat piknik nanti adalah mahasiswa/i dari angkatan 2008-2013. Aku termasuk angkatan 2012 dan Kak Anto angkatan 2010. Kak Rifai sendiri juga termasuk angkatan 2012, karena dia adalah mahasiswa transfer.
Aku ikut piknik itu. Kami semua diharuskan berkumpul di kampus. Namun aku tak melihat Kak Anto saat itu. Kupikir dia tidak mau datang mengikuti piknik. Aku juga tak melihat Kak Rifai disana. Yah sudahlah....
Aku menaiki sebuah bus yang cukup besar menampungku bersama teman-teman seangkatanku. Kami bernyanyi-nyanyi dan bercanda bersama selama perjalanan. Kami semua menikmati waktu kami bersama. Sangat menyenangkan. Aku duduk bersama Mey. Mey adalah sahabat ‘baruku’. Mey memiliki wajah yang cantik dan manis dan sifatnya yang sedikit manja, membuatnya sangat ‘enak untuk dijadikan’ sahabat. Dia juga sangat baik sifatnya karena mudah bergaul dengan siapa saja.
Tak terasa, sampailah kami pada tempat tujuan. Saat masih berada didalam bus, aku melihat Kak Anto sudah berada di tempat parkir mobil dan berdiri bersama teman-temannya disebelah mobil Avanza seolah-olah akan menyambut kedatangan kami. Aku sangat senang melihatnya ikut piknik bersama. Namun aku tidak melihat Kak Rifai dimanapun. Sepertinya Kak Rifai tidak mengikuti piknik ini. Aku cukup sedih dibuatnya. Cuaca saat itu sedang hujan hingga mengakibatkan banjir selutut. Untungnya, saat aku sampai disana, hujan sudah berhenti dan hanya meninggalkan gerimis.
Aku turun dari bus. Saat aku turun dari bus, tiba-tiba Kak Anto sudah berdiri didepan pintu bus yang aku naiki. Aku berhadapan dengannya. Namun aku langsung menggandeng tangan Mey. Aku pun berjalan melalui nya seolah tidak melihatnya. Dia berjalan dibelakangku. Sangat dekat. Entah mengapa, aku sedikit mempercepat jalanku. Aku melihat kebelakang dan dia sudah berada jauh dariku dan mey.
Tibalah di pondokan kecil tempat kami meletakkan barang-barang kami. Aku sangat menyukai pantai Amay karena selain ada pantai, terdapat juga sungai dengan air tawar. Waktu aku masih SMA, aku juga sering berkunjung kesini untuk berlibur bersama teman-teman sekolahku. Namun dikarenakan hujan deras yang melanda, air dari pantai dan sungainya menjadi keruh. Tentu saja aku tidak mau mandi di air yang keruh dan kotor. Lagipula suhu udaranya dingin. Aku dan Mey sepakat untuk tidak mandi-mandi seperti yang lainnya.
Kami bermain-main bersama. Tiba-tiba, Bu Deliana, salah seorang dosen yang menemani kita untuk piknik memanggil dan mengumpulkan kami semua. Bu Deliana menyuruh kami semua memperkenalkan diri masing-masing, agar bisa mengenal satu sama lain. Semuanya memperkenalkan diri, kecuali aku. Aku kabur dari tempat itu karena aku malu ada Kak Anto juga disana. Kami bersenang-senang dan berfoto bersama.
Aku melihat Kak Anto dan teman-temannya juga sedang berfoto bersama. Setelah mereka berfoto bergerombol, lalu Dewanti, teman seangkatanku mengajak Kak Anto untuk foto berdua bersamanya. Aku cemburu. Dewanti memang memiliki wajah yang cantik dan penampilannya bisa dibilang paling fashionable. Aku iri melihatnya.
Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Saatnya kami untuk pulang kerumah masing-masing. Kami membawa semua barang-barang yang tadi kami bawa dan segera menuju ke tempat bus kami diparkir. Saat itu, Dewanti yang berjalan ingin mendahului kami, dia tersenyum menyapa aku dan teman-temanku yang berjalan bersamaku, namun karena rasa cemburu, aku hanya memberikan tatapan kosong kepadanya. Kami pun pulang.
Karena sudah berada dekat dengan tempat kos Mey, Mey akhirnya turun dan aku duduk sendirian. Bus pun semakin kosong dan hanya menyisakan beberapa orang termasuk aku. Sampailah kami di kampus. Aku turun dari bus dan berjalan pulang sendiri. Bukan rasa senang yang aku dapatkan, justru rasa sedih dan kecewa yang kurasakan saat itu. Tiba dirumah, aku langsung masuk kekamarku dan menangis didalam kamar. Mamaku heran melihatku langsung masuk dengan wajah masam. Aku menangis sejadi-jadinya didalam kamar. Aku bingung kenapa aku menangis, yang jelas aku lebih merasa lega.
......................................................................................
            Aku kuliah siang. Seperti biasa, aku menunggu dosen didepan kelasku dengan bosannya. Kelasku ada dilantai dua. Aku selalu melihat dari atas, orang-orang berlalu-lalang dibawah berjalan-jalan, entah kemana tujuan mereka. Tiba-tiba aku melihat ada sosok yang tak asing untukku. Aku melihat Kak Anto dibawah sana. Sepertinya dia tadi ada di Auditorium. Dia memakai kemeja bermotif batik. Entahlah, aku merasa senang tetapi sebal juga melihatnya. Aku ditemani beberapa teman kuliahku. Mereka adalah Mey, Vibie, Chika, dan Vina. Aku memperhatikannya tanpa malu-malu lagi. Aku tak tahu kenapa aku melakukannya. Mungkin karena aku sedang bersama teman-temanku. Kak Anto berjalan menuju kerumunan teman-temannya. Disitu juga ada adik tingkatku, cewek, yang sedang duduk juga.
Sepertinya cewek-cewek itu sedang melakukan flirting atau godaan kepada Kak Anto. Aku melihat kejadian itu dan sepertinya aku cemburu melihatmya. Namun sepertinya Kak Anto tidak memperhatikan cewek-cewek itu. Aku dan teman-temanku tertawa melihatnya. Kak Anto berjalan menjauh dari kerumunan itu dan tiba-tiba dia ‘melongok’ keatas tempat ku berdiri. Aku kaget saat tiba-tiba mataku dan dia bertemu. Aku langsung terdiam dan membalikkan badan karena aku merasa malu. Ahh sudahlah aku harus melupakan dia! Harus!
SKIP.....!!!!
Kehidupanku berjalan seperti biasa. Aku masih sering SMS-an dengan Kak Rifai. Tetapi aku juga merasa masih menyukai Kak Anto. Aku bingung. Apa yang harus aku lakukan. Namun setelah kucoba berkali-kali untuk melupakan Kak Anto, sepertinya mulai berhasil. Aku sudah tidak terlalu berlebihan saat bertemu atau melihatnya lagi. Dan yaa, sekarang aku sudah berhasil melupakan Kak Anto.
Suatu hari saat aku meminta Kak Rifai untuk mengembalikan harddisk milikku yang dipinjamnya. Memang kemarin dia sempat meminjam harddisk ku untuk meng-copy film yang ku koleksi. Aku membutuhkan harddisk itu untuk menge-print tugas laporan studi lapangan kelompokku yang kusimpan didalam harddisk. Namun tiba-tiba dia sudah datang tanpa memberitahuku lewat SMS. Sontak aku kaget karena aku sedang duduk sore bersama kucingku yang manis tanpa memakai kerudung/hijab. Itulah pertama kalinya Kak Rifai melihatku tanpa hijab. Aku sangat malu sekali. Rasanya seperti seorang wanita yang tidak memakai baju. Aku melihat Kak Rifai tersenyum sangat manis padaku. Mungkinkah dia terpesona padaku karena tak memakai kerudung? Semoga saja TIDAK! Aku sangat MALU saat itu!
Akhirnya aku menyuruhnya pulang, mungkin seperti mengusir dengan cara halus, karena aku memang malu untuk berlama-lama dengannya tanpa menutup auratku. Semoga dia tidak tersinggung dengan perlakuanku waktu itu
Seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan sepertinya Kak Rifai juga mulai berubah terhadapku. Yang dulunya sering datang kerumahku, sekarang dia gak pernah kerumahku lagi. SMS dariku pun jarang dibalasnya, bahkan tidak pernah. Apa yang terjadi? Apakah dia marah padaku? Entahlah. Seandainya aku bisa membaca pikiran seseorang, aku ingin sekali membaca pikirannya tentangku. Sayangnya aku tidak bisa melakukannya.
Aku bersama Mey melihat Kak Rifai sedang berada didalam ruangan Student Access Center atau biasa disebut SAC. Mey pun mengajakku masuk kedalam ruangan SAC untuk menemaninya kedalam karena dia sedang membutuhkan bantuan Joshua, ketua kelas di kelas kami. Aku juga ikut masuk kedalam, namun aku keluar lagi dari ruangan itu karena tak tahan dengan bau asap rokok didalam ruangan SAC. Namun karena menerima SMS dari Mey untuk segera duduk didalam ruang SAC, aku menurut saja karena memang aku lelah berdiri terus-menerus.
Kami hanya mengobrol, tapi entah mengapa perasaanku saat itu sedang campur aduk. Marah, senang dan sedih yang aku rasakan. Aku sedang tidak mood saat itu. Namun aku berusaha menahan emosiku. Yup, sepertinya Mey punya rencana untuk mengetahui bagaimana perasaan Kak Rifai terhadapku. Mey ‘memancing’ agar Kak Rifai mau mengakui perasaan sebenarnya. Namun tidak seperti yang kuharapkan. Kak Rifai mengatakan bahwa hatinya sudah full. Dia juga mengatakan kalau dia sudah 2 kali menyatakan perasaannya namun tak direspon. Aku bingung apa maksudnya ngomong begitu dan siapa cewek yang dia maksud? Apakah aku salah satunya?ona
Dan setiap kali aku ingin mengajaknya berbicara, dia tidak mau melihat mataku dan seperti berat menjawab ajakan bicaraku. Suaranya terdengar pelan saat berbicara denganku. Ketika Mey menggodamu tentang siapa cewek yang sudah kamu tembak, kamu selalu membalasnya dengan tawaan. Kenapa giliran aku yang menggodamu tentang cewek itu, kau hanya terdiam? Apa salahku? Mungkin Kak Rifai hanya menganggapku sebagai adiknya saja. Mungkin aku yang terlalu berpikiran berlebihan tentang perasaannya padaku. Mungkin aku terlalu bodoh untuk berpikir kalau dia juga mencintaiku. Mungkin aku terlalu jelek untuk mendapatkan cintanya. Mungkin aku tidak pantas untuk mendampingi dirinya. Mungkin aku salah mencintainya. Mungkin......

TO BE CONTINUED.......!!!
QUOTES:
Apa lelaki memang seperti itu? Pada awalnya membuatku terbang sehingga menggapai bintang, namun akhirnya saat kamu hampir menggapainya..kamu kembali menghempaskanku kedasar samudra terdalam

SURAT JUSTIN BIEBER BUAT BELIEBERS BACA YA !!!

Hey.. Aku Tau Jika Akhir-Akhir Ini, Aku Bukanlah Pria Yang Baik Di Dunia ini, Tapi Ini Aku. Justin-mu.
Aku Agak Takut Dan Khawatir Waktu Menulis Surat Ini Untuk Kalian Sekarang, Dengan Semua Hal Yang Telah Terjadi Dalam Beberapa Bulan ini. Tapi Bagaimanapun, Aku harus. Karena BELIEVE TOUR Sudah Di Mulai, Ini Seperti Dunia Ini Telah Roboh Karena ku.

Ada Begitu Banyak Kejadian Yang Membawaku. Ketika Aku Merokok, Memiliki Seorang Pacar, Kamu Ingat Dengan Baik?? Ulang Tahunku Yang Sangat Tidak Aku Inginkan. Apakah Kamu Menginggat Itu Dengan Baik?? Kepergian Avalanna? Apa Kamu Menginggat Itu Dengan Baik?? Ketika Aku Sakit Di Atas Panggung. Apa Kamu Mengingat Itu Dengan Baik?? Kumohon Hapus Semua Kesalahanku Dan Kenangan Buruk Itu. Hanya Satu Yang Harus Kalian Semua Ingat : Kalian Adalah Hidupku, Dan Itulah Sebabnya Aku Disini, Hanya Untuk Kalian. Aku Tahu Aku Telah Berubah, Tapi Aku Juga Tahu Bahwa Aku Tidak Bisa Menjadi Seorang Anak Laki-Laki Yang Berumur 16 Tahun Selamanya. Hidup Ini Berjalan Terus.

Apa Yang Membuatku Merasa Buruk? Adalah Ketika Tidak Ada Seorang Yang Menyadari Upaya Yang Aku Lakukan Untuk Membuat Musik Yang Bagus Dan Akhirnya Di Hormati. Aku Lelah Beliebers. Aku Sangat Lelah.

Kadang-Kadang, Ketika Tak Seorangpun Yang Mendengarkanku, Aku menangis, Aku Memikirkan Kalian, Kalian Harus Bertahan Setiap Hari Karena Aku, Dan Aku Bertanya-Tanya, Apakah Aku Masih Pantas Mendapatkannya, Setelah Melakukan Hal-Hal Buruk Tadi? Aku Tau Kalian Sedih Ketika Kalian Tidak Bisa Melihatku, Berdiri Disampingku Dan Memelukku. Percayalah Itu Sama Artinya Bagiku, Aku Berharap Aku Punya Waktu Dan Kesempatan Untuk menghabiskan Sore Dengan Kalian Satu-Persatu, Tapi Aku Tidak Bisa. Dan Percayalah Ketika Aku Memberitahu Kalian Bahwa Itu Sangat Menyakitkan

Kalian Sangat Berarti Untuk ku, Setiap Hari. Kalian Menginginkan Aku Untuk Memenangkan Penghargaan, Untuk Konser, Untuk Mendapatkan Dimana Saja Musikku … Dan Apa Yang Aku Berikan Kepada Kalian? Aku Tidak Bisa Berbuat Banyak Untuk Kalian. Kalian Bilang Jika kalian Mendengarkan Laguku, Kalian Akan Meresa Lebih Baik, Tapi Aku Tidak Bisa Pecaya Kalian Selamanya. Musik Tidak Dapat Memperbaiki Segala Sesuatu. Merekam Suaraku Dan Membiarkan Kalian Semua Mendengarkannya, Itu Tidak Cukup. Untuk Kalian, Untuk Merasa Lebih Baik, Aku Tahu Bahwa Kalian Ingin Menghabiskan Sore Dengan Aku Di Sofa, Menonton Film, Berpelukan Dan Berbicara Tentang Segala Sesuatu Yang Membuat Kalian Merasa Kalian lebih Baik. Tapi Aku Tidak Bisa Memberikan Kalian Semua itu. Aku Tiak Bisa Memenuhi Permintaan Kalian, Bahwa Kalian Ada Dihatiku. Aku mencintaimu, Beliebers, Dan Itu Membunuhku Ketika Tahu Bahwa Kalian Sakit. Kalian Tau?

Malam itu, Untuk Billboard, Aku Tau Bahwan Kalian Belum Menunjukan Vitalitas Yang Membedakan Aku, Aku Tersenyum Setiap Hari Untuk Kalian, Karena Aku Tahu Bahwa Kalian Ingin Aku Bahagia, Tapi Di Dalam Sini, Percayalah Bahwa Aku Sekarat. Aku Membuat Begitu Banyak Kesalahan Dalam Periode Ini, Mungkin Terlalu Banyak, Dan Aku Taku Tersesat… Maaf Untuk Semuanya, Maaf Jika Aku Tidak Sempurna. Aku Hanya Untuk Kalian, Karena Kalian Pantas Mendapatkannya. Aku Tidak Tahu Apa Yang Terjadi padaku, Aku Hanya Tahu Bahwa, Sepertinya Seluruh Dunia Ini Membenci Justin Bieber, Mungkin Aku Butuh Istirahat, Berhenti Bekerja Dan Mengabdikan Diri Untuk Sementara, Hanya Untuk Kalian. Aku Ingin pergi Berkeliling Dunia Untuk Datang Kerumah Kalian Dan Membuat Banyak Kejutan Untuk Kalian, Membuat Kalian Bahagia. Ini Nyata.

Air Mataku, Kehidupanku, Air Mata Kalian, Aku Tau Kalian Sedih Karena Melihat Bagaimana Aku Saat Ini, Tapi Hidup ini Begitu Sulit. Aku Tidak Punya Waktu Untukku, Untuk Kalian, Aku Tidak Dapat Terhubung Di Twitter Untuk Menanggapi Lebih. Kita Bergerak Menjauh, Belieberku. Aku Sedih Untuk Mengatakan Semua ini. Tapi, Ini Semua Bukan Kesalahan Kalian, Ini Semua Salahku, Ketika Aku Berpikir Aku Melakukan Hal Yang Benar, Bukan Selalu Aku Ingin Di maafkan.

Aku Memilih Perusahan Yang Salah, Tidakan Yang Salah, Bahkan Mungkin Juga Cita-Cita Yang Salah, Aku Selalu Mencoba Menyampaikan Sesuatu, Tapi Sekarang? Aku Tidak Pantas Untuk Di Contoh/Menjadi Inspirasi Kalian Lagi. Aku Selalu Mengatakan Untuk tersenyum Dalam Situasi Apapun, Dan Sebagai Gantinya Adalah Orang Pertama Yang mendapat Tekanan Dan Menangis Sendiri.

Aku Meminta Kalian Untuk Membantuku, Beliebers. Aku Tidak Tau Siapa Aku Lagi, Aku Kehilangan Diriku, Aku Kehilang Kidrauhl, Karena Ketika Kidhrauhl Melepaskan kemejanya Untuk Merasa Dicintai Oleh Penggemarnya. Sejak Saat Kidrauhl Memiliki Celana Yang memiliki kuda Di Bagian Lutut? Sejak Saat Kidrauhl Tersenyum Begitu Sedikit Untuk Bertemu Dan Menyapa, Ketika Ia Bertemu Dan Alasannya Untuk Hidup? Sejak Saat Kidrauhl Melihat Penggemarnya Menangis, Dan Berjalan Di Antara Mereka Dengan Kepala Tertunduk? Sejak Saat Kidrauhl Di Atas Panggung Tanpa Senyum? Sejak Saat Kidrauhl Terasa Salah Panggung?

Cintaku, Aku Takut. Jadi Aku Perlu Kalian, Aku Takut Kehilang Diri Sendiri Dan Tidak Menemukan Cara Untuk Kembali, Aku Sudah Berubah, Bahkan Jika Kalian Mengaku Jika Aku Tidak Berubah.

Kalian Berada Disini, Mendukung ku, Dan Setiap Hari Dunia Memberikan Tantangan Kepada mu Untuk Berteriak Karena Aku Sudah Berubah.

Sebelum Semua Orang Melihat Seorang Anak Tak Berdosa Yang Suka Membuat Musik, Tapi Apa Yang Dunia Liat? Seorang Anak Laki-Laki Yang Merokok, Sombong Dan Mudah Marah, Suka Bertelanjang/Memamerka Dadanya Dan Penuh Dengan Tattoo. Dan Yang Terburuk Adalah Ketika Aku Membuat Tattoo Ini Sendiri Tanpa Bantuan Orang Lain.

Kalian Tau? Bahwa Aku Tidak Seperti Ini kan? Kalian Tau Bawah Dalam Kenyataannya Di Wajahku Masih Memiliki Senyum Kidrauhl Kan?? Kalian Tau Bahwa Aku Tidak Akan Pernah Melupakan Common Denominator, Right? Kalian Tau? Kalian Tau Untukku Yang Paling Tak Terlupakan Tattoo Yang Memiliki Arti Penting Dalam Hiduku kan? Kumohon Katakan Padaku, bahwa Ini Seperti ini.

Aku Mencintai Kalian, Beliebers, Dan Aku Meminta Kalian Untuk Tidak Meninggalkanku, Sekarang Dan Selamannya, Aku Membutuhkan Kalian, Aku Tidak tau Betapa Aku Harus Merasakan Kedekatan Kalian, Kumohon Bantu Aku Menemukan Kidrauhl Yang Kalian Cintai, Aku Sangat Menyesal.
Aku Milik Kalian Selamanya.

Justin.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Fakta umum SNSD (Girls’ Generation)



Fakta umum SNSD (Girls’ Generation):
©       Warna resmi balon SNSD adalah warna “pink mawar pastel”.
©       Awalnya fansclub SNSD dinamakan “Honey” dan bukan “SONE”.
©       Kostum SNSD tahun 2009 menghabiskan biaya sebanyak 1 milyar Won.
©       Member SNSD yang paling sering melakukan kesalahan saat perform adalah Yuri, Tiffany dan Sunny, tapi sepertinya Tiffany yang keseringan apes, karena setiap melakukan kesalahan kamera sedang fokus ke dia.
©       Selama tiga tahun berturut-turut, Tiffany dan Jessica melihat salju pertama bersama-sama. Setelah itu Tiffany sadar bahwa yang di sampingnya adalah Jessica. Tiffany kemudian mengeluh, “Uhh, kau lagi??!” kemudian pergi untuk makan ayam.
©       Menurut manajer SNSD, biaya makan mereka melebihi biaya makan Super Junior, wah padahal mereka “cuma” ber-9, sedangkan SujU ada 13 orang.
©       Sewaktu konser SM, SNSD pernah tampil membawakan lagunya Park Jiyoon, (Adult Ceremony). Ketika para member SuJu berkomentar bahwa Seohyun tampak seksi, entah kenapa ia langsung menangis. Akhirnya Yoona memarahi para member SuJu.
©       Manajer SNSD adalah fans berat KARA.
©       Yoona dan Jessica pernah membuat kimbab dan sandwich “beracun” buat mengerjai Sooyoung dan Tiffany dengan mencampuri bahan makanan dengan berbagai bumbu secara berlebihan, lalu Sooyoung membalas dengan membuat sereal dengan campuran garam (hampir 1 bungkus) dan member yang kena adalah Yoona, Yuri dan Sunny.
©       Saat sekamar bersama, Sooyoung, Yoona dan Taeyeon pernah menangkap kecoa dan membakarnya.
©       Member yang kalau lagi marah terlihat menyeramkan yaitu Taeyeon dan Hyoyeon, cenderung menjadi pendiam.
©       Sebelum debut pertamanya, SNSD beranggotakan 12 Orang dan salah satu anggotanya adalah Soyeon dari T-ara.
©       Peraturan kencan anggota SNSD: “Jangan ada rahasia antara anggota”.
©       Satu kalimat terkenal dari SNSD: “Ini adalah SNSD, Mulai sekarang, SNSD selamanya”.
©       SNSD adalah girl wanita paling populer dan terbesar di Korea.
©       Saat sekolah di Korea Tiffany dan Jessica satu SMA, Yoona dan Seohyun juga satu sekolah, begitu juga dengan Taeyeon dan Sooyoung yang satu sekolah dengan Sunye dari “Wonder Girls”.
©       Yuri pernah menyembunyikan high heels Sunny dibelakang kulkas.
©       Salah satu daya tarik terbesar SNSD adalah performa dance yang kompak. Untuk menjaga hal ini setiap hari para anggotanya akan berbincang sambil berpegangan tangan satu sama lain selama 5 menit setiap hari.
©       Para ibu dari member SNSD sering sekali mengadakan acara kumpul bersama.
©       Roomates SNSD didorm baru adalah Yoona-Yuri, Taeyeon-Sunny, Sooyoung-Jessica, Hyoyeon-Seohyun dan Tiffany mendapatkan kamar sendiri karena dia tidak mempunyai rumah di Korea dan barang bawaannya banyak. Mereka menentukan pembagian kamar dengan cara suit dan pemenangnya adalah Sunny dan Taeyeon (mereka pemilih kamar pertama).
SNSD merupakan selebriti Korea paling berpengaruh no.1 menurut Forbes.
Jonghyun “SHINee” ngefans berat dengan SNSD Yoona and SNSD Jessica.

Minggu, 09 Juni 2013

HISTORY TO BE A BELIEBER: THIS IS MY STORY






Dulu itu aku pecinta ANIME!! bahkan temen2 sekolah kalo bicarain tentang NARUTO, salah satu anime jepang, aku paling hafal sama semuanya, apalagi Original Soundtrack nyaa.... wuihh paling hafal dehh...
Suatu hari di malam hari, kira2 pukul 17.00 WIB aku nonton TV. ada acara nih, namanya I-MAGZ. aku pertamanya gak terlalu suka karena dulu aku gak suka yg berbau artis luar negeri. secara nggak sengaja, aku liat ada deret musik ter-HITS di USA... dan aku liat cowok itu... cowok imut n ganteng, trus suaranya tinggi... aku belum tau namanya siapa, yg aku ingat namanya itu Justin, tp lupa nama belakangnya..
Akhirnya disekolah, aku langsung ngomongin soal cowok itu. ternyata udah ada yg tau namanya. ya udah dehh, aku tau jg namanya itu Justin Bieber.
Semenjak itu, aku langsung jd fans berat dia.. segala cara aku lakuin demi memenuhi hasrat kecintaanku sama dia, mulai dr mendownload lagu2nya, foto2nya, dan cari2 informasi tentang diaa...
Yahh, akupun jadi seorang BELIEBERS
Hari demi haripun berganti. Aku setiap hari selalu dengerin lagu2 Justin Bieber pake HP, bahkan saat pelajaran dikelasku, aku masih sempet2nya pasang earphone denger lagu, waktu itu yg aku ingat lagu One Time. Untungnya gak ketahuan, kalo ketahuan bakalan disita HP saya -_____- Yaa Ampuun dehh -_____-
Akhirnya, semua teman2ku selalu manggil aku istrinya Justin Bieber. AAAAAA, seneng banget rasanya :D
ALASAN AKU BIKIN AKUN FACEBOOK DAN TWITTER ITU KARENA JUSTIN BIEBER

Satu tahun pun berlalu. Aku naik kelas 2 SMA jurusan IPA :D
tapi aku harus pisah dengan sahabatku, namanya Rulina Yismaya Titu Eki alias Junsu Maya :D karena kita beda kelas. aku langsung nangis senangis nangisnya *apadeh*
untungnya, dia ada di kota lain, jd dia gak liat aku nangis secara langsung. tp aku gak tahan buat telfon dia. akhirnya aku nangis di telfon :'(
Yahh, sudahlah, yang namanya SAHABAT, gak akan bs dipisahkan oleh kelas yg beda doang kan.... :')

Oke, lanjut ke Justin Bieber lagi. nah, si Maya ini ini, kenalin aku sama temen sekelasnya. matanya sipit kayak orang CHINA xD
ternyata dia itu Belieber juga, namanya pun sama kayak aku, kiky, merek HP pun sama dulu, SONY ERICSSON *sekarang mah dia udah pake BB aku Nokia*
aku masih senyum2 biasa aja sih, soalnya masih malu2 xD
akhirnya seiring berjalannya waktu *ciee ileeh* kita mulai saling sapa2 n akhirnya ngobrol2 dehh.. apalagi yg di obrolin coba kalo enggak JUSTIN BIEBER
akhirnya kita udah deket dehh *hehee aseekk*
Nah, suatu hari, si Kiky ini ayahnya pergi ke Jakarta. trus, dia langsung nunjukin CD album Justin Bieber yg My Worlds, majalah2 Justin Bieber, sama FIRST STEP 2 FOREVER *waktu itu lagi heboh2nya gitu*
aku pengen banget punya, tp gak ada uang :'(
hingga suatu hari, aku akhirnya bs ngumpulin duit buat beli CD album justin, tp belum bs beli FS2F.. itulah CD original pertamaku yg aku beli pake uang sendiri, yah walaupun itu uang sisa dari beasiswa gitu!!! SENANGNYA :D
nah pas ultah Justin tgl 1 Maret itu, saya, kiky, linda, debby, dan beliebers jayapura lainnya bawa kertas gede yg tulisannya HAPPY 17TH BIRTHDAY JUSTIN BIEBER trus disitu kita semua tanda tangan dehh ^^
kita foto2 bareng pulaa :D
nah, rencana kita semua pengen banget kalo di berita CEPOS, surat kabar di Jayapura, bs muat berita Birthday nya justin trus ada foto kita2.. maklum, disekolah kita ada siswa yg jd wartawan jg di koran itu. tp ternyata, dia nipu kitaa T.T
gak ada sama sekali foto2 n berita ttg Birthday Justin *nyesek banget*
tp gak papalah, itulah saat2 bahagia saat bersama2 teman2 beliebers :')
mulai awal bulan maret, stlh ultah justin, ada info yg bikin INDONESIA gempar.. BAKALAN ADA KONSER JUSTIN BIEBER DI INDONESIA BERTEMA MY WORLD TOUR!! AAAAA!!! aku pengen ikut. segala cara aku tempuh, mulai dr ngebujuk orang tua, ikutan lomba berhadiah tiket gratis, sampe nabung mati2an, ternyata waktunya gak cukup. coba bayangin, emang bs anak SMA ingusan kayak gue ngumpulin duit 6 juta dlm sebulan??? eehh, ternyta banyak jg yg nasibnya sama kayak aku, tp gak dgn yg satu ini. si KIKY berhasil ngebujuk ortunya supaya dia bs nonton konser justin di SICC Bogor.. *nyesek banget*
tp aku seneng kok, ada perwakilan jayapura yg nonton konsernya Justin Bieber.
Tanggal 23 April 2011, itulah hari dimana aku menangis, menangis, dan menangis... AKU GAK BISA NONTON KONSER JUSTIN BIEBER!!! aku iri sama Beliebers yg bisa nonton, tp aku kasian liat Beliebers di TV yg nangis krna udah nunggu justin di bandara dr malam sampe siang, tp gak ketemu justin krna justin lewat pintu khusus :( *yang sabar yaah kalian, itu dalam pikiranku*
keesokan harinya, setelah konser itu, banyak temen2ku nanya, kok gak nonton konser justin??? yahh, aku jawab seadanya ajaa...
setelah berhari2 berlalu, aku mulai mencoba tidak sedih lagi...
suatu hari, aku ngobrol sama si Kiky *dia udah pulang lg ke Jayapura*
dia cerita kalo dia ikut lomba dapet FS2F lewat e-mail ato apa aku lupa... trus dia menang... tapi kan dia udah punya FS2F.. akhirnya dia mau ngasih FS2F ke aku aja :D
AAAA senangnyaa, kan wktu itu harganya msh 200ribuan keatas, hampir 300 ribu. siapa coba yg gak seneng :D
trus Kiky jg ngasih aku PIN Justin Bieber... Ya Allah baiknya temanku yg nama lengkapnya RIZQY REZANAWANTI MUCHTAR!!!
OK, next ke bagian sekolah lagi.... aku tuh paling suka pelajaran bahasa indonesia n bahasa inggris, arena selalu disuruh menulis tentang apa aja *yg jelas sesuai materi lah*
aku selalu nulis tentang JUSTIN BIEBER, JUSTIN BIEBER, DAN JUSTIN BIEBER.... wihh, langsung deh para guru tau kalo aku penggemar beratnya Justin Bieber... hihihi xD

Satu tahun berlalu. aku udah naik kelas 3 SMA *dapat peringkat 1 euyy*
aku sihh berharap bs sekelas lg dengan sahabatku. n sahabat baruku yg belieber itu... tp nyatanya enggak. kita malah terpisah dikelas masing2 -__- tp aku gak pake acara nangis2 lagi :D
yaudah deh, waktu terus berputar.... BANYAK BELIEBERS JAYAPURA YANG OUT JADI BELIEBERS. yg masih nyisa cuma 3 orang aja kali, termasuk aku :(
tp aku gak peduli, aku tetap setia jd Beliebers karena aku REAL BELIEBERS!!
banyak yg out jd beliebers karena alasan yg menurutku sepele, kayak JUSTIN NGUBAH GAYA RAMBUT LAH, PACARAN SAMA SELENA GOMEZ LAH, ADA KEMUNCULAN ARTIS BARU LAH, BAHKAN KARENA GAK BISA NONTON KONSER JUSTIN BIEBER KEMAREN!!  aduuhh, sebenarnya aku kecewa banget sama mental mereka yg labil itu. tp aku maklum lah, namanya jg masih remaja. pertengahan aku kelas 3 SMA jg aku mulai ngerasa kalo aku udah bukan Beliebers kayak dulu lagi... jarang denger lagu justin, jarang liat foto justin, dll.. tp akhirnya aku sadar kalo aku salah.. aku nyesal udah berbuat kayak gitu. dan mulai saat itu, aku menguatkan hatiku utk tetap ada 1 JUSTIN BIEBER di hatiku!!

suatu hari, aku baca tulisan dr Risma, temen belieber ku dr FB. ceritanya itu mengharukan banget dn itu bkin aku makin sayang sama justin bieber, walaupun banyak gossip jelek yg menerpa justin, yg jg selalu bikin aku nangis krna denger gossip2 gila itu...
aku selalu ingat saat pertama kali aku jadi belieber, berjuang menjadi belieber yg selalu dihina oleh haters, tp aku udah gak peduliin... selalu berusaha mendownload lagu terbaru justin bieber, ngoleksi ribuan foto justin, dan apa aja deh yg gak bisa disebutin satu2. gak akan terlupakan... mungkin aku gak bisa ketemu justin bieber secara fisik, tp aku bisa ketemu dia dalam mimpi, impian, dan kenangan.

>ini disaat aku tua nanti, mungkin cerita ini sedikit sama dengan catatan Risma, temen beliebers aku di FB<
di hari tua nanti, saat aku hanya bs duduk di kursi roda, saat aku sudah rapuh, saat aku sudah mempunyai cucu nantinya, dan cucuku yg sudah bisa membaca, dia membaca majalah yg kupunya. dan dia berkata padaku "JUSTIN BIEBER MENINGGAL DUNIA??? SIAPA ITU JUSTIN BIEBER???"
akupun akan menjawab dgn tersenyum manis pada cucuku," dia adalah ORANG YANG SANGAT BERARTI DALAM HIDUP NENEK"
kemudian aku melihat ke langit, dan dalam hati ku berbicara:
SELAMAT TINGGAL JUSTIN BIEBER. KAMU AKAN SELALU ADA DALAM HATIKU. AKU TAKKAN PERNAH MELUPAKANMU SAMPAI AKU HILANG DI TELAN ZAMAN. AKU AKAN SELALU MENCINTAIMU. SEMOGA KAMU BAHAGIA DI ALAMMU KINI. SEMOGA KITA BISA BERTEMU DISANA SUATU HARI NANTI...

I AM REAL BELIEBER IN DEEP MY HEART... ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥




Justin Bieber - Believe
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info